FF BOYFRIEND : Wedding Day

Tittle : Wedding Day 
Author : Aprillia Prastika
Cast : All of member Boyfriend, Han Hye Mi 
Genre : Campur-campur xD


Warning : Ff ini tidak menggunakan EYD yang baik dan benar. Typo ada dimana-mana. FF ini adalah ff abal-abal jadi maaf kalo ceritanya jelek ._.v Jangan lupa RCL ne 

~Hye Mi POV~

“Chagiya ireona” terdengar suara samar-samar

“Chagiya ireona ireona”suara itu terdengar lagi

Aku membuka mataku, mengucek-ngucek mataku dan mencoba melihat siapa yang membangunkan ku.

“Eomma? kapan kau kembali dari Jepang?”ucapku dengan suara serak

“Tadi pagi-pagi sekali eomma, appa dan juga adik-adikmu kembali ke Korea. Ireona Hye Mi~ah ireona”

“Chamkaman eomma, 5 menit lagi ne”ucapku sambil menarik selimutku

“Mwo ? 5 menit lagi? Kyaa ireona, kita harus segera ke Jeju Do, hari inikan hari pernikahanmu dengan Kwangmin”

“Pernikahan? Ahh matta aku lupa eomma”ucapku kaget dan langsung berlari ke kamar mandi
Eomma hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahku.
20 menit kemudian aku turun ke lantai bawah dan disana aku sudah di tunggu oleh appa, eomma, Hee Jin dan juga Eun Ho.

“Kajja, nanti kita bisa terlambat”ucapku pada mereka

“Terlambat? Padalah eonni sendiri yang bangun terlambat”gerutu Hee Jin padaku

“Noona ini bagaimana, bisa-bisa bangun kesiangan di hari pernikahannya”tambah Eun Ho

“Kyaa tadi malam aku pulang larut jadi wajar saja kalau aku bangun kesiangan”ucapku membela diri

“Sudah-sudah, kajja kita berangkat”ucap appa melerai perselisihan kecil ini

“Ne appa”ucapku

^^__^^ Wedding Day ^^__^^

2 jam waktu yang kami butuhkan untuk sampai ke Jeju Island. Sesampai disana aku langsung menuju ruang yang disediakan untukku. Aku mulai di rias, make up yang natural dan tak berlebihan mulai dipoles di mukaku yang oval ini. Rambutku juga mulai di tata setelah selesai aku langsung menggunakan Gaun pengantin yang sudah aku dan juga Kwangmin oppa pesan jauh-jauh hari sebelumnya.
Aku melihat pantulan bayangan diriku di cermin. “Apa benar ini aku? Aku tak bisa menyangka akhirnya aku bisa menikah dengan Kwangmin oppa. Aku tak menyangka ternyata Kwangmin oppa memilihku sebagai pendamping hidupnya”gumamku sendiri

“Hye Mi~ah”teriak seorang yeoja, aku pun menoleh dan ternyata itu adalah suara Hye Geun sahabatku,  ia juga datang bersama Jae Geun eonni, Ha Seok eonni dan juga Hee Rin.

“Kalian datang”ucapku sambil tersenyum pada mereka 

“Ne”ucap Hye Geun

“Hye Mi~ah Neomu Yeppeoda”ucap Ha Seok eonni

“Gomawo eonni”

“Chagiya”teriak eommaku dari pintu

“Ne eomma”

“Ayo, acaranya sudah akan di mulai”

“Ya Tuhan aku gugup sekali, tanganku dingin”gumamku

“eonni Hwaiting”ucap Hye Geun sambil mengangkat tangannya membentuk genggaman

“Ne”ucapku sambil tersenyum

~Author POV~
Kwangmin terlihat gelisah, ia sedang berdiri di depan altar pernikahan bersama Youngmin saudara kembarnya.

“Hyung”

“Wae? Apa ada yang salah?”

“Aku gugup hyung”

“Rileks saja Kwangminie, kau bisa melakukannya” Youngmin mencoba menenangkan saudara kembarnya

“Ahhhh Ne Hyung”ucap Kwangmin sambil menghela nafas lalu ia berjalan menuju altar pernikahan.

“Mempelai wanita di persilahkan masuk”ucap pembawa acara
Hye Mi masuk dengan menggandeng tangan ayahnya. Dia terlihat cantik dengan menggunakan gaun berwarna putih panjang menjuntai ke belakang. Ia berjalan dengan perlahan menuju ke tempat Kwangmin, Hye Mi tersenyum kepada pada tamu yang datang.

“Appa, aku gugup”Bisik Hye Mi pada appanya

“Tenanglah chagiya, yang perlu kau lakukan hanya tersenyum”

“Ne appa”

Hye Mi dan Appanya sampai di tempat Kwangmin berdiri. Appa Hye Mi memberikan tangan Hye Mi pada Kwangmin.

“Kwangmin~ah jagalah Hye Mi baik-baik ne”

“Ne appa, pasti” jawab Kwangmin sambil tersenyum
Baiklah acara pemberkatan kita mulai sekarang.

~Han Hye Mi POV~
“Jo Kwang Min, apa anda bersedia menjadi pria yang selalu menemani, mencintai, dan mengasihi Han Hye Mi sebagai istrimu dalam suka maupun duka untuk selamanya?”


“Ne, saya bersedia menajadi pria yang selalu menemani, mencintai dan mengasihi Han Hye Mi sebagai istriku dalam suka maupun duka untuk selamanya” ucap Kwangmin oppa tanpa keraguan.

“Dan Han Hye Mi bersediakah anda menjadi wanita yang selalu menemani, mencintai, dan mengasihi Jo Kwang Min sebagai suami baik suka maupun duka selamanya?”

“Ne, aku bersedia menjadi wanita yang selalu menemani, mencintai, dan mengasihi Jo Kwang Min sebagai suamiku dalam suka maupun duka selamanya”. ucapku tanpa ragu pada psstur yang ada di hadapan ku sambil tersenyum.

“Mulai sekarang ku umumkan atas nama tuhan, kedua insan yang saling mencintai ini sebagai sepasang suami istri yang terikat dalam ikatan janji suci” ucap Pastur.
Aku dan Kwangmin oppa saling menoleh dan tersenyum.

“Kedua mempelai, saatnya bertukar cincin” ucap pastur. Datanglah Hee Jin adikku membawa Kotak berisi cincin. Kwangmin oppa menoleh kearah pastur, dan pastur membalas dengan anggukan, seolah mengetahui maksud Kwangmin oppa. Tangan Kwangmin oppa mulai bergerak meraih tanganku, tangan satunya mengambil cincin putih dari kotak itu.

“Semoga cincin ini selalu tersemat dijari manismu chagiya” ucap Kwangmin oppa, sedetik kemudian ia sematkan cincin putih itu tepat dijari manisku. Kini cincin putih itu tepat dijari manisku. Setelah itu, aku ambil cinicin yang sama. Ku raih tangannya. Dengan perlahan ku masukkan lubang cincin kejari manisnya.

“Saatnya mempelai pria mencium mempelai wanita”ucap pembawa acara
Kwangmin oppa memegang kedua bahuku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku dan CHU~~ bibirnya mendarat di bibirku. Kecupan itu hanya sebentar walaupun sebentar tapi itu terasa manis.
Baiklah sekarang di lanjutkan ke resepsi pernikahan.

Jam sudah menunjukkan jam 4 sore KST, segala acara telah selesai. Aku menghampiri Kwangmin oppa yang sedang mengobrol dengan para member Boyfriend.

“Oppa”ucapku sambil menggandeng tangannya

“Ne chagiya”

“Oppa aku capek, kapan kita pulang?”ucapku sedikit merengek seperti anak kecil

“Changkaman ne”

“Arraso oppa”ucapku sambil memanyunkan bibirku

“Kwangmin~ah sepertinya istrimu sudah kelelahan”celetuk Donghyun oppa

“Ne hyung, lihatlah dia manja sekali”

“Kyaa oppa tak apa aku manja padamu, karena oppakan suamiku”jawabku sambil melepaskan gandengan tanganku pada Kwangmin oppa

“Chagiya, kau jangan marah seperti itu, Mianhae”

“Shireo!!”

“Mianhae, jeongmal mianhae”

“S H I R E O, Oppa kau tidur di luar malam ini”ucapku ketus

“MWO ??? kita inikan pengantin baru masa aku harus tidur di luar chagiya”

“NE”

Para member Boyfriend lain tertawa mendengar perselisihanku dengan Kwangmin oppa.
Aku berjalan meninggalkan Kwangmin oppa dan juga oppa-oppa Boyfriend. Terdengar suara Kwangmin oppa memanggilku tapi aku tak menghiraukannya.
Aku berjalan menuju mobil dan ku hempaskan tubuhku di kursi mobil.

“Ahh tubuhku benar-benar terasa remuk”gumamku pada diriku
Chagiya chagiya terdengar suara samar-samar, aku tetap tak menghiraukannya. Chagiya chagiya suara itu terdengar lagi namun kali ini suara itu semakin jelas. Pintu mobil terbuka dan sudah pasti yang membukanya adalah Kwangmin oppa.

“Chagiya ah ah ah”ucapnya sambil ngos-ngosan

“Wae?”

“Kenapa kau meninggalkan ku ?”

“Tidak ada”ucapku ringan

“Kyaa, aku kan sudah minta maaf chagiya”

“Geurae?”

“Chagiya”ucapnya sedikit merengek

“Wae?”

“Mianhae jeongmal mianhae L

“Ne aku maafkan oppa”

“Jeongmal?”

Aku mengangguk kan kepalaku

“Oppa, kajja kita pulang aku benar-benar lelah”

“Ne, kajja kita pulang”ucapnya sambil masuk kedalam mobil

Aku dan Kwangmin oppa meluncur menuju Appartement yang telah di sediakan untuk ku dan Kwangmin oppa oleh appanya Kwangmin oppa.
Aku berjalan menuju apartement kami yang ada di lantai 12. Aku pun masuk kedalam apartement dan duduk di pinggiran Kasur yang ada di kamar kami, tiba-tiba handphoneku berdering, aku langsung melihat handphoneku

“MMS? Siap yang mengirimkan ku MMS?”batinku
Aku membuka MMS itu dan betapa terkejutnya aku melihat isi MMS itu *Bayangin kalian lagi liat fotonya Kwangmin oppa lagi gendong member Hello Venus*

“Ige Mwoya?”ucapku , rasanya tenggorokanku tercekat tak dapat mengeluarkan kata-kata lagi, air mataku terasa mengalir. Aku menangis sambil memeluk erat kedua kaki ku, ku tenggelamkan wajahku di kaki ku.
Kwangmin oppa masuk kedalam kamar, ia duduk di sampingku.

“Chagiya, aku lelah sekali”ucapnya tapi aku tak mungkin menjawabnya karena aku sedang menangis

“Chagiya, wae geure? Kenapa kau menunduk seperti itu?”

“Chagiya chagiya?” dia mulai mengguncang-guncang tubuhku

“Oppa?”ucapku serak

“Wae? Neo urro?

“Oppa”ucapku sambil menenggelamkan wajahku pada dada Kwangmin oppa

“Wae geure? Kenapa kau menangis chagiya?”

“Oppa, neo nappeun namja”ucapku sambil memukul-mukul dada Kwangmin oppa

“MWO? Naepun?”

“Ige Mwoya? Nugaya?” tanyaku sambil menyodorkan handphoneku padanya

“Mwoya ige?”

“Bogo, nanti kau juga akan tau hiks”ucapku sambil menangis

Kwangmin oppa pun mengambil handphoneku. Dia terdiam sambil menatap handphoneku

“Kenapa oppa diam?”ucapku masih sambil menangis

“Mianhae chagiya”

“Oppa, neo jeongmal naepun namja”ucapku sambil memukul-mukul dadanya

“Ini foto dulu chagiya, sekarang aku sudah menjadi milikkmu, SARANGHAE”ucapnya sambil memelukku

“lepaskan aku oppa lepaskan”

“Shireo, aku tak mau melepaskanmu”ucapnya sambil mempererat pelukannya

“Oppa lepaskan”dadaku terasa dan pemandanganku menjadi gelap

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, ku rasakan kepalaku pusing. Ku tatap sekelilingku sepi.

“Kemana Kwangmin oppa?”batinku

Aku mengucek-ngucek mataku, agar pandanganku menjadi lebih jelas, aku duduk di atas ranjang dan betapa terkejutnya aku mendapati diriku sudah tidak mengenakan sehelai benangpun pada tubuhku.

“Ige Mwoya? Kemana pakaianku?”gumamku bingung
Tiba-tiba Kwangmin oppa keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk saja untuk menutup bagian bawahnya. Aku pun langsung menutup tubuhku dengan selimut

“Oppa Mwoaninggoya? Apa kau sudah melakukan puing-puing  padaku?”

“Aniya, mana mungkin aku melakukannya padamu saat kau sedang pingsan”

“Mwo? Pingsan?”

“Ne, tadi kau pingsan karena menangis”

“Ahh geurae”

“Chagiya, kau kan sudah bangun jadi ayo kita melakukan puing-puing itu”ucap Kwangmin oppa sambil duduk di sampingku

Aku tersenyum, ku mengerak gerak kan jari telunjukku. Kwangmin oppa menelan ludahnya, matanya melolot. Akupun menutup mataku dan memiringkan wajahku, Kwangmin oppa juga menutup matanya dan mendekatkan wajahnya ke wajahku saat wajah kami semakin dekat aku membuka mataku dan membenturkan kepalaku ke kepala Kwangmin oppa.

“Ahhh appo”ringis Kwangmin oppa sambil memegang jidatnya

“Kyaa oppa kau ini yadong sekali”

“Kyaa kau sendiri yang menggodaku duluan”

“Aku tidak menggodamu, lagi pula kita kan masih sekolah jadi kita tidak boleh melakukan puing-puing itu”

“Keundae chagiya, aishhh arraso arraso”ucapnya sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri

“Baguslah kalau kau mengerti oppa, minggir aku mau mandi dulu”ucapku sambil tersenyum lalu bangkit menuju kamar mandi sambil membawa selimut yang ku gunakan untuk menutup tubuh polosku.


TBC. . . . ^^V

0 komentar:

Poskan Komentar