FF BOYFRIEND : Saranghae Jeongmin-ah [ONESHOOT]


Tittle : Saranghae Jeongmin-ah
Author : Aprillia Prastika
Category : Romance *maybey* , life school
Rating : PG 15

Cast : Jeongmin, Renata Wijaya, Others of member Boyfriend

Warning : : Ini FF pertama author jadi maaf kalo ngebosenin, ranjau typo bertebaran dimana-mana. FF ini tidak menggunakan EYD yang baik dan benar. Hambar dan ngebosenin ._.v Happy Reading                                                     





::: Saranghae Jeongmin-ah :::

~ Renata POV ~
Akhirnya keinginanku terkabul juga untuk bisa kuliah di
Kyung Hee University, senang sekali rasanya. Hari ini aku berangkat menuju Seoul. 7 jam ku habiskan di dalam pesawat, perjalanan yang sangat sangat melelahkan.

~ Author POV ~
Renata Wijaya adalah yeoja
 asal Indonesia yang akan mengambil Fakultas Art di Kyung Hee University. Dia  yeoja yang cantik dengan kulit putih langsat, hidung mancung, mata beloh, bibir merah dan juga rambut hitam panjang yang tergerai sampai punggung. Ia memiliki tinggi 170 , tinggi memang untuk ukuran seorang yeoja. Dia keluar dari airport dengan senyum yang tidak pernah putus dari bibir kecilnya sejak ia berangkat dari Indonesia sampai sekarang ia berada di Korea. Dia langsung menuju Apartemen yang sudah di sediakah oleh ayahnya untuk dirinya. Sesampainya ia di apartement dia langsung tertidur karena kelelahan dalam perjalanan tadi. Pagi harinya ia terbangun dan langsung menuju kamar mandi untuk menghilangkan rasa lelahnya dengan mengguyur badannya dengan menggunakan air dingin. Dia mulai menata apartementnya seindah mungkin dan senyaman mungkin. 2 jam sudah ia berkutat dalam apartementnya dan akhir selesai juga ucapnya lega.

~ Renata POV ~
Akhirnya selesei juga ucapku lega. Dan aku mengambil segelas C
apucinno yang sudah aku buat tadi sambil  melangkahkan kakiku ke jendela yang dihiasi oleh gorden putih yang ada di sebelah timur apartementku untuk menikmati pemandangan pagi hari kota Seoul yang indah.

“Beda sekali dengan Jakarta yang selalu macet walaupun di pagi hari” ucapku sambil mengesap capucinno yang sudah aku buat tadi.
Aku putuskan untuk berjalan-jalan sebentar sambil menikmati pemandangan Kota Seoul yang indah. Aku melihat ada taman di samping apartementku dan aku melangkahkan kakiku ke taman itu dan melihat ada dua buah ayunan, langsung saja aku berjalan ke arah ayunan itu dan duduk di atasnya. Aku mulai mengayunkan kakiku agar ayunan itu bergerak lebih cepat dan juga lebih tinggi.

“Ah capek juga, lebih baik aku kembali saja” ucapku sambil berjalan untuk kembali menuju apartementku.  Saat aku berjalan melewati sebuah pohon yang besar dan terdapat bangku kecil aku merasa menginjak sesuatu dan sebuah teriakkan terdengar.

“Appo” suara seseorang yang meringis kesakitan

“Ah Jeosonghamnida” ucapku sambil membungkuk karena yang aku injak tadi adalah kakinya

“Mworago? Apakah dengan meminta maaf saja akan membuat kakiku berhenti sakit eoh!!” bentaknya padaku

“Kyaa bukankah aku sudah minta maaf, kenapa kau terus saja memarahiku eoh?” tanya ku pada namja bermata sipit ini

“Minggir”  namja bermata sipit itu pergi meninggalkan taman

“Apa-apaan namja itu, kenapa dia memarahiku salah dia yang tidur sembarangan” umpatku sambil berjalan meninggalkan taman.

~ Author POV ~
Hari ini adalah hari pertama Renata masuk kuliah dan ia menuju
Kyung Hee University dengan menggunakan dan Bus. Ia segera memasuki ruang kuliahnya karena mata pelajaran Kuliahnya pertama akan segera di mulai. Dan Renata duduk di bangku yang paling depan. Dosen pun datang dan memperkenalkan diri
“Annyeong Haseyo” sapa dosen tersebut pada anak muridnya

“Ne Annyeong Haseyo seonsaengnim” jawab mereka serempak

Dan karena ini adalah pertama masuk kuliah jadi saya ingin mengenal kalian satu persatu, jadi kalian maju kedepan dan memperkenalkan diri” suruh dosen tersebut pada anak didiknya.
Semua sudah memperkenalkan diri dan sekarang giliran Renata yang akan maju. Saat Renata maju semua mata tertuju padanya.
Kenapa mereka menatapku seperti itu, apa karena aku berbeda dari mereka Batin Renata Ia maju dengan tersenyum lalu membungkuk 90 derajat.

“Annyeong Haseyo naneun Renata Wijaya Imnida”

“Naneun Indonesia saramieyo” ucap Renata sambil tetap tersenyum

Neo Indonesia saram?” tanya dosen pada Renata.

“Ye” jawab Renata sambil tersenyum

“Baiklah anak-anak sekarang kita akan mulai belajarnya, kita mulai dari pengenalan akor akor nada dan Bla Bla Bla” tegas dosen pada anak muridnya
~S K I P ~
Waktu istirahatpun tiba, Renata berjalan keluar kelas dan menuju kantin dan disana dia melihat ada beberapa mahasiswa dari Indonesia dan dia menghampiri mereka.
“Hai gue boleh gabung nggak”tanya Renata pada para mahasiswa Indonesia yang sedang duduk di meja yang ada dikantin

“tentu” jawab seorang cewek dari salah satu mahasiswa tersebut

“oh iya, loe baru masuk kuliah tahun ini iya” tanya mahasiswa cowok berkaca mata yang duduk di dekat mahasiswa cewek yang mepersilahkan Renata duduk tadi

“Iya gue baru masuk tahun ini, dan ini hari pertama gue masuk kuliah” jawab Renata

~ Renata POV ~
“Akhirnya selesei juga mata pelajaran kuliah hari ini, capek banget rasa” gumamku pada diriku sendiri
Ku lirik jam tangan yang melingkar manis di tangan kiriku dan melihat sekarang sudah jam 6 sore waktu KST dan aku bergegas untuk pulang karena takut pulang kemalaman dan saat aku melewati koridor kampus aku tak sengaja menabrak seorang dan semua buku yang aku bawa dari tadi terjatuh.

“Jeosonghamnida” ucap nya padaku
Ternyata aku menabrak seorang namja, namja ini membantuku mengambil buku-bukuku yang berserakan di lantai. Dia manis sekali, bermata sipit dan tingginya sekitar 178 cm.

“Ah nado jeosonghamnida, aku yang salah karena berjalan tidak melihat kedepan”
“Ah ne, na neun Shim Hyun Seong imnida” ucapnya memperkenalkan diri sambil tersenyum

“Na neun Renata Wijaya imnida” jawabku sambil tersenyum

“Namamu terdengar asing bagi orang Korea, kau darimana?” tanyanya padaku

“Aku dari Indonesia” jawabku singkat

“Ah Indonesia, aku dengar Indonesia mempunyai banyak pantai yang bagus” ucapnya sambil tersenyum

“Ah ne” jawabku pelan

“Aku pergi dulu ne, Annyeong” ucapnya sambil melangkahkan kaki panjangnya itu

Aku hanya mengangguk saja. “Ah tampan dan baik sekali namja itu”. Ucapku sambil berjalan keluar dari kampus. Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam waktu KST dan aku berjalan menuju apartementku yang hanya tinggal beberapa meter lagi, aku melewati sebuah supermarket dan aku memutuskan untuk membeli
beberapa bahan makanan berhubung di apartementku belum ada bahan makan. Setelah memilih milih akhirnya aku memutuskan untuk membayar ke kasir dan saat aku membayar tiba-tiba seorang namja mendorongku hingga terjatuh hingga semua barang belanjaanku berserakan di lantai supermarket.

“Appo” ringkisku kesakitan akibat terjatuh sambil mengambil barang belanjaanku yang berserakan tadi dan aku langsung melabrak namja yang mendorongku tadi.

“Kyaa kenapa kau mendorongku eoh? Aku duluan yang kesini, tidak bisakah kau mengantri” tanyaku pada namja yang jahat itu.
Dia melihat ke arahku dan menghadap kasir lagi.

“Shireo” ucapnya santai

Neo? bukan kau namja yang di taman kemarin. Ah menyebalkan sekali bertemu denganmu lagi” dengusku kesal

“Siapa juga yang mau bertemu denganmu lagi, dasar yeoja ceroboh. Aku kesini untuk membeli sesuatu bukan untuk bertemu denganmu Arra ? ucapnya padaku lalu meninggalkan supermarket begiu saja

“Ah menyebalkan sekali namja itu!!” ucapku sebal sambil membayar ke kasir

Aku berjalan keluar supermarket dengan menenteng belanjaanku. Dan akhirnya aku sampai di apartementku dan aku langsung menghempaskan tubuhku di sofa putih yang ada di kamar tamu. Aku masih saja mengumpat tentang namja tadi.
“Ahh buat apa  memikirin namja yang menyebalkan itu, seperti tidak ada hal lebih penting untul di bicarain saja” kataku pada diriku sendiri. Tiba-tiba aku mengingat kejadian yang tadi sore “Shim Hyun Seong” ucapku ku sambil  tersenyum, dan mengingat betapa tampan dan baiknya namja itu. Aku beranjak dari sofa dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuh dan pikiranku. Selesai mandi aku menuju dapur untuk memasak ramyun yang aku beli tadi di supermarket. Selesei makan aku menonton TV dan tanpa aku sadari aku tertidur di depan TV sampai pagi tanpa mematikan TV nya.

“Aigoo aku tertidur disini rupanya, benar juga kata namja yang menyebalkan itu ternyata aku yeoja yang ceroboh, bagaimana bisa aku tertidur tanpa mematikan TV” ucapku pelan karena baru terbangun.
Aku melirik ke arah jam dinding ternyata sudah jam 8 pagi waktu KST. “Aku harus besiap-siap pergi ke kampus”ucapku sambil berjalan menuju kamar mandi. Hari ini aku menggunakan mini dress berwarna ungu dengan motif bunga-bunga dan aku padukan dengan Cardigan berwarna putih dan menggunakan sepatu tanpa hak. Aku berjalan menuju halte bus yang tidak terlalu jauh dari apartementku dan saat aku sedang fokus berjalan sebuah mobil Ferari berwarna merah berhenti di sampingku.
“Renata-ssi” sebuah panggilan dari dalam mobil itu dan sukses membuat langkahku berhenti.

“Nuguya?” ucapku heran karena aku merasa aku belum mempunyai kenalan di Korea saat ini.

“Ini aku Renata-ssi” ucapnya sambil membuka kaca jendela mobilnya.

“Hyun Seong-ssi” ucapku tak percaya kalau seorang Hyun Seong mengingat pertemuan kami kemarin.

“Kau mau ke kampus ne ?” tanyanya padaku

“Ne” jawabku singkat

“Kajja, masuklah kita berangkat bersama” ucapnya

“Ye, mworago ?” tanyaku padanya karena aku tak percaya bahwa dia mengajakku berangkat ke kampus bersama.

“Ayo kita berangkat ke kampus bersama”ucapnya sambil keluar dari mobil dan menarik lembut  tanganku agar aku masuk ke dalam mobil.

At Mobil

“Kamsahamnida” ucapku pada

“Cheonma” ucapnya sambil tersenyum

Senyuman yang sama sepeti kemarin yang bisa membuatku gugup tak karuan. Suasana mobil terasa sepi karena tak ada dari kami yang berbicara.

“Di Korea kau tinggal dengan siapa ?” tanyanya memecah keheningan antara kami

“Aku tinggal sendiri” ucapku pelan

“Aigoo, seorang yeoja tinggal sendirian di Negara lain tanpa ada yang ia kenal sama sekali. Daebak” ucapnya

“Ah igoo, itu adalah keinginanku sendiri”

“Kau sungguh yeoja pemberani”

Anielakku

::: Saranghae Jeongmin-ah :::
Kami sampai di Kyung Hee University dan saat kami keluar, semua pandangan mengarah kepada kami terutama pandangan para yeoja yang seakan menatapku seperti ingin membunuhku saat ini juga.

Mwoya, kenapa semua orang menatapku seperti ini?” batinku

“Renata-ssi kajja kita masuk” ajaknya padaku sambil menggenggam tanganku masuk kedalam kampus.

Saat kami masuk semua pandangan mengarah pada kami lagi dan pandangan para yeoja yang tak kalah menyeramkan dengan pandangan yeoja yang di luar sana tadi.

Tiba-tiba 3 orang yeoja mendekat ke arah kami. Dan yeoja merambut coklat sebahu melepaskan genggaman tanganku dengan Hyun Seong.

“Oppa? Nuguya ? Kenapa kau menggenggam tangannya ? tanyanya beruntun pada Hyun Seong

“Dia adalah chinguku, wae?”

“Aniya, hanya saja aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan yeoja lain”ucap yeoja itu

“Aku mau berdekatan dengan yeoja mana saja terserah aku, lagi pula aku tidak punya yeoja chingu dan kau apa hakmu melarangku eoh? Kau bukan siapa-siapaku” jawab Hyun Seong pada yeoja itu

Geundae oppa…” belum selesai ia menyelesaikan kata-katanya Hyun Seong menarik tanganku pergi

“Kajja Renata-ssi” kata Hyun Seong
kami berjalan menuju kelasku dan sekitar 5 menit kami sampai di depan kelasku.

“Kita sudah sampai, Ige kelasku” kataku memberi tahu Hyun Seong

“Ah kau mengambil fakultas Art rupanya, aku mengambil fakultas Ekonomi, kelasku ada di lantai 3” kata Hyun Seong

“Kau belajar yang rajin Ne” ucapnya sambil mengacak-ngacak rambutku

“Kyaa Mwoyaninggoya? Rambutku jadi kusut” teriakku padanya

“Kau tambah yeppoo jika marah seperti ini” kata Hyun Seong dan berhasil membuatku diam bak patung batu.

“Aku pergi dulu ne, Annyeong” ucapnya padaku

Aku masih diam di depan kelas karena ucapan Hyun Seong tadi.

~ Belajarnya di    S K I P ~

Aku melangkahkan kakiku ke kantin dan menuju tempat para Mahasiswa Indonesia berkumpul.

“Gue boleh nanya ?” ucapku pada mereka

“Boleh loe mau nanya apaan ? jawab salah satu dari mereka

“ tadikan gue berangkat ke kampus bareng Hyun Seong terus kenapa ia para cewek disini kayak nggak suka gitu mengeliat gue jalan sama Hyun Seong. Emangnya Hyun Seong itu siapa sih ? kayaknya terkenal banget” tanya ku panjang lebar sama mereka.

“Loe jalan ke kampus bareng Shim Hyun Seong” tanya mereka heran

“ Iya memangnya kenapa ?” tanyaku semakin penasaran

“Shim Hyun Seong itu adalah anak pemilik kampus ini, dia sangat terkenal , banyak yeoja yang mendekatinya tapi dia nggak pernah di perdulin sama Hyun Seong dia juga mempunyai Gank, nama Ganknya itu BOYFRIEND , dan BOYFRIEND itu terdiri dari 6 namja tampan dan juga kaya” jelas salah seorang meraka padaku

“Ohh begitu” jawabku

“kita ada kelas lagi nih, jadi kita tinggal dulu iya” kata cowok berkaca mata lalu pergi dengan para mahasiswa Indonesia lainnya.

“Oh ya” jawabku singkat

Aku masih diam saja di kantin memikirkan perkataan salah satu mahasiswa Indonesia tadi. Pantas saja para yeoja itu menatapku seperti itu. Dan tiba-tiba lamunanku buyar karena ada seseorang yang memanggilku.

“Renata-ssi” ucapnya

“Ah ne” ucapku dan yang memanggilku itu adalaah Hyun Seong, ia datang bersama 5 orang namja yang tidak kalah tampan dengannya.

“Renata-ssi apakah kau masih ada Kuliah hari ini” tanyanya padaku

“Aniya, aku sudah tidak ada” jawabku

“ohh geurae, Renata-ssi perkenalkan ini chinguku” ucapnya sambil tersenyum
Aku melihat namja-namja itu satu persatu dan mataku berhenti di sesosok namja yang terlihat tidak asing bagiku.

Neo” teriakku pada namja itu sambil menunjuknya

“Waeyo?” tanyanya datar padaku

Neo namja yang menyebalkan itu eoh” ucap ku ketus

Kalau aku namja menyebalkan sedangkan kau apa eoh? Kau yeoja yang ceroboh”teriaknya padaku

“Kyaa kyaa sudahlah, Renata-ssi kau mengenalnya” tanya Hyun Seong padaku

“Aniya aku hanya pernah bertemu dengannya saja” jawabku

“Renata-ssi ayo perkenalkan dirimu pada chingu-chinguku”suruh Hyun Seong padaku

“Ne, Annyeong haseyo Nanaeun Renata Wijaya imnida” ucapku pada namja-namja itu

“Ne annyeong haseyo nanaeun Kim Dong Hyun imnida” ucap namja yang bertinggi sama dengan Hyun Seong

“Naneun Jo Young Min imnida” ucap namja berpostur lebih tinggi dari Hyun Seong

“Naneun Jo Kwang Min imnida” ucap namja yang sama persis dengan namja yang mengenalkan dirinya tadi.

“Ommo, kalian kembar ?” tanyaku pada mereka

“Ne kami kembar, aku Youngmin dan ini adikku Kwangmin” ucap namja itu menjawab pertanyaanku tadi.

“Naneun No Min Woo Imnida” ucap namja bermuka baby face.

“Jeongmin imnida” ucap namja menyebalkan itu dengan ekspresi yang datar

“sungguh menyebalkan sekali namja ini” batinku

“Renata-ssi, namamu terdengar aneh, kau bukan orang Korea iya?” tanya namja bernama Minwoo

“Ne, naneun Indonesia saramiyo” ucapku

“Ah pantas saja” ucap namja bernama Minwoo itu

“Aku dengar di Indonesia ada pulau yang mirip dengan Pulau jeju, nama pulaunya itu aaa ?” tanya namja bernama Kwangmin

“Pulau Bali” sambung Youngmin dengan cepat.

“Ah geurae, pulau Bali” tambah Kwangmin

“Ne banyak yang bilang kalau Pulau Bali adalah pulau Jejunya Korea” ucapku

“Hyun Seong~ah, kajja kita pergi” ucap DongHyun

“Ah ne Hyung, Renata-ssi kami pergi dulu ne, Annyeong” ucap Hyun Seong pergi dengan chingu-chingunya itu.

“Ne Annyeong” ucapku pada mereka

Dan tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang dingin merayap di kepalaku dan mengenai Rambut panjangku. Dan ternyata itu adalah perbuatan yeoja yang tadi pagi menyapa Hyun Seong dia menyiram kepalaku dengan Jus Jeruk.
Neo yeoja genit, kenapa kau mendekati Hyun Seong oppa eoh?” bentaknya padaku

“Aniya, aku tidak mendekatinya, aku hanya ingin berteman dengannya, apakah itu tidak boleh?” tanyaku padanya

“Tidak boleh, aku tidak suka melihat Hyun Seong Oppa dekat dengan yeoja lain jika kau masih tetap mendekatinya aku tidak segan-segan melakukan hal yang lebih ekstrim lagi padamu.” Ucap yeoja itu sambil meninggalkanku dengan rambut yang basah dan lengket akibat Jus jeruk yang di siram yeoja itu di kepalaku. Aku merasakan air mataku keluar aku tak dapat membendungnya lagi dan aku berlari menuju kamar mandi dan membersihkan rambutku. Aku keluar dari kamar mandi masih dengan manangis dan tanpa sengaja aku menabrak seorang namja.

“Kyaa kau yeoja ceroboh” panggilnya padaku

Aku tidak berani menatapnya karena aku tidak mau kau dia tau bahwa aku sedang menangis.
Aku langsung saja berlari tanpa memperdulikan tatapan orang yang melihatku seperti orang aneh. Sampai di apartement aku langsung menuju kamarku dan menangis sejadi – jadinya. Entah berapa lama aku menangis dan tanpa terasa akupun tertidur karena terlalu lelah menangis. Seberkas cahaya masuk ke dalam kamar kecilku, serasa menusuk mataku yang sembab, memaksaku untuk bangun dari alam mimpi dan kembali pada dunia nyata yang kejam ini. Aku terbangun dan langsung duduk sambil memegang kepalaku yang terasa pusing akibat menangis semalaman. Dan aku menoleh ke arah kanan dan disana terdapat cermin besar yang tergantung cantik di dinding yang berwarna putih. “OMG lihat mataku sekarang, terdapat kantung mata yang besar dan tampak jelas” batinku
~S K I P ~
Aku berjalan menyusuri koridor kampus dengan mata sembab akibat menangis semalam. Semua memandangku dengan tatapan aneh, ya sudah pasti mereka memandangku karena kantung mataku yang besar ini, aigoo memalukan sekali. Tapi aku tak memperdulikannya, aku tetap berjalan menuju kelas. Langkahku terhenti ketika seseorang memanggil namaku.
“Renata~ya” Suara itu terdengar taka sing bagiku. Dan yap benar saja yang memanggilku adalah Hyunseong.
Aku berjalan tanpa memperdulikannya, aku tak mau dilabrak lagi oleh yeoja genit itu. Hyunseong terus memanggilku tapi aku tetap tak memperdulikannya, hingga langkahku terhenti saat sebuah tangan menahan tanganku.
“Renata~ya? Waeyo? Kenapa kau mencoba menghindariku”tanyanya padaku
“Ahh Sunbae, aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja aku ada kelas, jadi aku tak mau mendapat hukuman karena terlamabat masuk” tipuku padanya
“Ahh Jinjja?”
“Hmm” ucapku sambil melepaskan tangannya dariku
“Aku pergi dulu Sunbae, annyeong” tambahku lagi sambil berlari sejauh mungkin.
Saat pelajaran berlangsungpun aku tetap tak konsen, yang ada di pikiranku hanya ada Hyunseong, ahh namja ini pintar sekali meracuni otakku. Hingga jam pelajaran selesai aku tetap saja memikirkannya. Semakin aku mencoba menjauhinya kenapa hati ini selalu tak bisa. Ohh Tuhan nampaknya aku benar-benar menyukainya, rasa cintaku dapat mengalahkan rasa takutku. Ku tak memperdulikan ancaman yang kian gencar datang kepadaku, masa bodoh dengan yeoja - yeoja yang membenciku toh aku mencintai Hyenseong, dan nampaknya Hyunseong juga meresponku. Sudah beberapa bulan ini hubunganku dengan Hyunseong semakin dekat saja.
Hari ini semua mata pelajaran kuliahku sudah berakhir, dan aku putuskan untuk duduk di kantin kampus. Aku hanya menatap mahasiswa yang lalu lalang di depanku.
“Renata~ya” panggil seseorang dan disertai dengan tepukan pelan pada bahuku
“Ahh ye” sahutku refleks dan menoleh
“Kau masih ada kelas setelah ini” tanyanya hangat sambil menarik kursi disebelahku untuk di dudukinya
“Ani sudah tidak ada sunbae” Jawabku singkat pada namja yang tengah duduk di dekatku ini, yah namja ini tidak lain dan tidak bukan adalah Hyunseong
“Kyaa kenapa kau memanggilku sunbae hum?”
“Sepertinya lebih baik jika aku memanggilmu seperti itu”
“Panggil aku oppa, arrachi?”
“Ye ? Mworagoyo sunbae ?”
“Panggil aku oppa, O P P A” perintahnnya lagi padaku
“Keugae, Nde oppa” panggilku malu-malu
“Itu kedengaran lebih enak”ucapnya sambil mengacak-ngacak rambutku
“Kyaa, mwoya” Rengekku sambil memperbaiki rambutku. Dia hanya tertawa melihatku
Aku hanya mengobrol-ngobrol tentang masalah tugas-tugas dengan Hyunseong oppa, tanpa aku sadari tatapan sinis dari para yeoja yang tengah menatap kami sedari tadi. Seakan aku ini mangsa mereka yang siap untuk diterkam kapan saja.
“Hyung” Sebuah suara terdengar. Refleks aku dan Hyunseong oppa langsung menoleh pada sumber suara tadi. Ternyata itu teman-temannya Hyunseong oppa.
“Ahh kalian ayo duduk” ucap Hyunseong oppa pada  teman-teman
Mereka duduk dan meja yang hanya berisikan aku dan Hyunseong oppa tadi sudah penuhi terisi oleh namja-namja tampan. Tapi tunggu dulu, namja menyebalkan yang bernama Jeongmin itu tidak termasuk, dia namja jahat, egois, kami bahkan sudah beberapa bulan berteman tapi ia masih saja bersikap dingin padaku.
“Karena kalian semua sudah berkumpul aku akan memberitahu kalian kalau besok sabtu adalah hari ulang tahunku. Semua teman kampus diundang jadi kalian harus datang, oke” ucap Hyunseong oppa
“Geurae, kita pasti datang Hyung”sahut Youngmin
“Ne”
“Dan juga, ada sesuatu yang penting akan aku umumkan besok”
“Mwonde?”tanyaku penasaran
“Besok kau akan tahu Renata~ya, kau juga harus berdandan yang cantik, arra?” Hyunseong mencubit pipiku gemas
“Kyaa appo oppa”dengusku sambil memegang pipiku yang di cubit oleh Hyunseong oppa tadi. “Apa katanya tadi? Pengumuman? Dandan yang cantik ? Hogsi (mungkinkah) Hyunseong oppa akan menyatakan cintanya padaku, ahh semoga saja.” Batinku
“Baiklah kalau begitu kajja kita pergi, Renata~ya annyeong” Ajak Hyunseong oppa pada semua teman-temannya.
“Ne oppa, annyeong ~” Semua pergi kecuali Kwangmin tetap tak bergeming dari tempat duduknya.
“Ohh Kwangmin~ah kau tak ikut mereka?”tanyaku pada namja bermarga Jo ini.
“Ani, aku sedang malas”Sahutnya singkat tanpa melihatku karena ia telah sibuk berkutat dengan Komik yang ia baca
“Ahh geurae, bolehkah aku menanyakan sesuatu?”
“Mwonde?”
“Kenapa Jeongmin selalu bersikap dingin padaku? Apakah ia begitu membenciku?”tanyaku polos dan sontak Kwangmin langsung menatapku
“Dia tidak membencimu Renata~ya, hanya saja..”namja ini menggantungkan ucapannya
“Wae?”
“Hanya saja Jeongmin Hyung hanya alergi pada wanita”
“Ckk hahahaha :D”tawaku lepas
“Hmm mian, mwo? Alergi ? pada wanita ? Itu tidak masuk akal Kwangmin~ah”
“Jeongmin hyung dulu pernah disakiti oleh mantan pacarnya”
“Ye??”
“Dulu Jeongmin hyung mempunyai pacar, dia sangat mencintainya. Tapi pacarnya itu malah berselingkuh dengan lelaki lain. Dan sejak saat itu Jeongmin hyung menjadi  menjaga jarak dengan wanita”
“Geuroji, kasihan sekali dia. Pantas saja dia seperti itu”
“Ne, aku juga kasihan padanya, keundae Renata~ya kau jangan cerita kepada siapa-siapa ne? Bisa-bisa aku bakalan disemprot habis-habisan oleh Jeongmin hyung kalau hal ini diketahui orang lain.
“Ne aku janji Kwangmin~ah. Baiklah kalau begitu aku pergi dulu ne, Annyeong”
~ S K I P ~
Sudah hampir 1 jam aku berdiri di depan cermin sambil mencoba semua pakaian yang ada di dalam lemari, aku memilih mini dress berwarna pink baby yang terdapat pita cantik di belakangnya. Aku memadukannya dengan menggunakan High Hells berwarna putih dan aku mengcurly rambutku. Ahh selesei juga, Yeppo neomu yeppo Renata~ya ucapku sendiri melihat bayanganku di depan cermin.
At Hyunseong’s Birthday
Ku edarkan pandanganku keseluruh tempat pesta ini, ramai sekali ternyata Hyunseong oppa benar-benar mengundang seluruh mahasiswa Seoul University. Mataku berhenti pada 6 sosok namja tampan, ommo bukankah itu si namja menyebalkan itu, aigoo dia tampan sekali menggunakan setelan jas seperti itu. Ku hampiri meraka.
“Oppadeul annyeong” sapaku paa mereka
“Ne, annyeong Renata~ya”
“Hyunseong oppa seangil chukhahaeyo, jahh”ucapku memberi selamat sembari memberikan sebuah kado berukuran kecil. Mungkin kadoku ini tak ada artinya baginya.
“Neomu yeppoda Renata~ya”ucapnya sambil mencubit pipiku
“Kyaa oppa appo” Dia hanya tertawa melihat aku kesakitan
“Nikmati acarannya”
“Ne oppa”
Semakin malam tempat ini terasa semakin rasa ramai dan juga berisik. Hentakan musik menambah kemeriahan pesta ini.
“Perhatian perhatian” Sebuah suara yang cukup keras terdengar di penjuru tempat pesta ini. Dan itu adalah suara Hyunseong oppa yang berada di atas panggung. Semua orang yang tadinya sibuk dengan aktivitasnya mendadak berhenti dan menghadap panggung.
“Sebelum acara dimulai ada sesuatu yang ingin aku umumkan. Aku menyukai seorang gadis, dan aku ingin mengungkapkan perasaanku kepadanya malam ini.”
Suara ruih gadung mewarnai suasana pesta. Ternyata dugaanku benar, hogsi (mungkinkah) Hyunseong oppa akan menyatakan perasaannya padaku.
“Aku akan menyebutkan namanya dan aku mohon maju kedepan”
Jangtungku terasa tak karuan, berdetak semakin kencang.
“Jung Hye Mi, silahkan maju ke atas panggung”ucap Hyunseong oppa lantang
Mwo? Nugu? Jung Hye Mi? Jadi bukan aku yeoja yang disukai oleh Hyunseong oppa. Jadi apa arti perhatian yang ia berikan padaku selama ini. Rasanya nafasku tercekat, oksigen terasa hilang, aku kesulitan untuk bernafas. Lidahku pun terasa kelu, kaki ku yang sedari tadi menopang tubuhku terasa lemas. Kenapa ini Tuhan, hatiku kini terasa hancur. Ini terlalu menyakitkan Tuhan. Ku lihat yeoja yang bernama Hye Mi itu naik ke atas panggung dan Hyunseong oppa menambutnya hangat.
“Hye Mi~ah would you be my girlfriend?”ucap Hyunseong oppa sambil berlutut dan memberikan satu buklet bunga mawar.
Airmata ku tak dapat terbendung lagi. Dengan cepat membentuk dua buah sungai kecil di pipiku. Aku berlari dari tempat ini, aku tak sanggup melihat lebih dari ini. Hatiku benar-benar kacau hingga aku berhenti disebuah pohon besar dan terdapat sebuah bangku taman kecil, aku langsung duduk dan menangis sejadi-jadinya.
“Kyaa kau ribut sekali eoh, mengangguku saja” Sebuah suara mampir ditelingaku. Aku pun menoleh ke asal suara itu. Itu adalah Jeongmin si namja menyebalkan itu. Tapi aku tak menghiraukannya, aku tetap saja menangis
sikkeureoun sikkeureoun sikkeureoun” Bentaknya padaku sambil menutup mulutku menggunakan tangannya. Karena terkejut akupun menggigit tangannya dan itu berhasil membuatnya merintih kesakitan
“Ahhh oppa”
“Nappeun hiks hiks” tangisanku kita semakin menjadi-jadi
“Kyaa kyaa berhentilah menangis, nanti orang bisa salah sangka padaku”
“Itu urusanmu babo hiks hiks”
“Aku mohon berhentilah menangis, nanti orang mengira aku melakukan hal yang tidak-tidak padamu, Geumanhae jebal”
Ku tenggelamkan wajahku di dadanya yang bidang itu. Terserah dia mau menganggapku yeoja mesum atau apa, tapi saat ini aku benar-benar butuh sandaran. Aku tak tahu harus menceritakan kepada siapa tentang perasaanku yang hancur malam ini. Terpaksa aku menceritakan kegalauan yang ada di hati padanya.
Dia mengelus kepalaku pelan.
“Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang”
Aigoo namja menyebalkan ini ternyata bisa juga berbicara seperti ini. Entah berapa lama aku berada di pelukannya. Setelah merasa baik aku segera bangkit dan duduk kembali.
“Gomawo sudah mau mendengarkan keluh kesahku”
“Cheonma, lain kali jika kau merasa sedh kau bisa menceritakannya padaku”
“Ne, aku mau pulang. Annyeong”
“Chamkamman”ucapnya sambil memegang tanganku lembut
“Ye?”
“Tidak baik jika seorang yeoja pulang sendirian, aku akan mengantarmu pulang”
“Ye? Ah gwaenchana, aku bisa pulang sendiri”Tolakku halus
“Ani aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu”
“Baiklah kalau kau memaksa”
Udara di seoul dingin di malam hari jadi kau pakai ini”ucapnya sambil melepaskan jas yang ia pakai dan memakaikannya pada tubuhku.
“Gomawo”
“Hmm, kajja”
15 menit aku menyusuri jalanan kota seoul dan akhirnya kami sampai di depan apartementku

“Kau tidak mampir” tawarku padanya

“Baiklah” jawabnya tapi ketika kami akan masuk kedalam apatementku tiba-tiba saja Hpnya berbunyi lalu Jeongmin mengangkatnya.

“Ne appa? , Mwo kenapa kau melakukan itu , baiklah aku kesana sekarang”ucapnya lalu mengakhir panggilan itu

“Renata~ah mian aku tidak bisa mampir ke apartementmu sekarang, lain kali saja Ne”ucapnya pada

“Ah ne” ucap

Dia melaju menggunakan motornya dan hilang dari pandanganku.
Drrtt Drrtt Drrt~~~ tiba-tiba aku merasakan ada yang bergetar di dalam saku dressku dan aku langsung mengambilnya dan aku melihat ada sms.
From : Tidak Dikenal
Hei yeoja cengeng jangan menangis lagi arra, kau terlihat jelek kalau menangis
“Ckk ini pasti dari Jeongmin, geundae darimana ia mendapatkan nomorku”
To : Tidak di kenal
Arra arra
Sms pun selesei, aku berjalan menuju kamar mandi dan selesei mandi aku memutuskan untuk tidur. Sinar mentari memasuki ruang apartementku dan berhasil membuatku terbangun dari mimpi indahku. Aku melirik jam dinding dan ternyata ini baru jam 7:30 KST. Aku mencari cari Hpku dan aku menemukannya di Sofa kamar tamu.

“Aigoo, ternyata aku meninggalkannya disini”ucapku

“Ommo, 3 pesan masuk” gumamku
dan setelah aku buka ternyata semua pesan itu dari Jeongmin.
Aku berjalan menyusuri koridor kampus sambil membawa sebuah tas. Aku mencari-cari sosok Jeongmin tapi aku tidak menemukannya.

“Aigoo, kemana sih namja itu” ucapku

“Igo Mwoya?” tanya seseorang padaku dan ternyata suara itu adalah suara Hyun Seong.

“Bukan apa-apa” jawabku singkat

“Sepertinya kau sedang mencari seseorang?” tanyanya lagi

“Aniya, aku tidak mencari siapa-siapa, haike, Annyeong~~”ucapku sambil meninggalkan Hyun Seong yang sedang bengong melihat sifatku yang seperti menghindarinya.

Aku memutuskan untuk duduk di Kantin saja, dan membuka Hpku lalu mencari-cari kontak dan Ah ketemu Nama namja yang sedang aku cari. Aku langsung menekan tombol call. Dan terdengar suaranya dari sebrang sana.

“Yeobseyo?” ucapnya

“Kyaa Jeongmin ah, eodiyo?” tanyaku pada namja itu

“Aku sedang ada di kampus, waeyo ? jangan bilang kalau kau kangen denganku” ucapnya dengan nada sedikit menggoda

“Ani aku tidak kangen padamu, cepatlah ke kantin, ada yang ingin aku bicarakan padamu” jawabku

“tentang apa?” tanyanya lagi

“Cepatlah datang kesini, aku tunggu Ne” kataku sambil menutup telponnya.

10 menit kemudian Jeongmin datang.

“Kau sudah lama menunggu?” ucapnya

“Aniya, duduklah” suruhku padanya

“Ne” ucapnya sambil mengambil orange jus yang aku pesan tadi lalu meminumnya.

“Kyaa Kyaa kenapa kau mengambil orange jus ku eoh?” ucapku padanya

“Aku haus, kau sendiri yang menyuruhku datang kesini dengan cepat eoh?” bentaknya padaku

“Mian Jeongmin ah, Ige” ucapku padanya

“Ige mwoya?” tanyanya padaku

“Ige jasmu” jawabku singkat

“Ah ne” ucapnya

Tiba-tiba Youngmin Kwangmin dan juga Minwoo datang menghampirimu

“Kyaa Hyung apa yang kau lakukan disini bersama Ranata-ssi?” tanya Youngmin

“Jangan-jangan..” belum sempat menyelesaikan kalimatnya kepala Minwoo di getok oleh Jeongmin

“Bicara apa kau ?” bentak Jeongmin pada trio magnae ini

“Kyaa Hyung appo” ringis Minwoo sambil memegang kepalanya

“Hyung kau terlihat cocok dengan Renata-ssi” tambah Kwangmin

“Kau juga Kwang”ucap Jeongmin sambil menggetok kepala Kwangmin

“Appo hyung kenapa aku juga di getok eoh” teriak kwangmin pada Jeongmin

“Hyung jangan begitu pada saengku”Youngmin mulai angkat suara.

“Renata~ah, kajja” ucap Jeongmin sambil menarik tanganku

“Kyaa Kyaa Hyung kau mau kemana”tanya Youngmin

Jeongmin mengajakku pergi dari kantin dan menuju parkiran untuk mengambil motornya. Motor Jeongmin melaju di jalanan kota Seoul.

“Jeongmin ~ah , bisakah kau mengantarku pulang?” ucapku pada Jeongmin

Geureom” jawabnya singkat
Aku dan Jeongmin menyusuri jalanan kota Seoul, tapi anehnya ini bukan seperti arah menuju Apartementku. Ku beranikan diri untuk bertanya pada Jeongmin
“Jeongmin~ah? sepertinya ini bukan jalan menuju apartementku?”
“Ne memang, aku akan mengajakmu ke suatu tempat”
“Eoddi?”
“Jangan banyak tanya, kau pegangan yang erat saja agar tidak terjatuh”
“Ne”
Cukup lama kami berada di atas motor, sampai akhirnya dia menepikan kan motornya
“Kita sudah sampai, kajja kita turun”
“Ne” Betapa terkejutnya aku saat melihat sesuatu yang ada di depanku saat ini, sebuah hamparan taman bunga yang indah
“Whoa neomu yeppoda”
“Kau suka?”
“Hmm”
“Kau tunggu disini sebentar ne”
“Kau mau kemana?”
“Aku mau membeli sesuatu”
“Baiklah, jangan lama-lama”
“Ne”
Dia meninggalkanku sendirian, tak mau membuang kesempatan aku langsung berselca ria disini. Haha :D . Tak lama ia pun kembali
“Jahhh” ucapnya padaku sembari menyodorkan sesuatu
“Ice Cream” jawabku
“moggo” ucapnya lagi
“Gomawoyo Jeongmin-ssi, ternyata kau sangat baik” jawabku sambil mengambil ice cream dari tanyanya
“Mian, mungkin sikapku terhadapmu kemarin sangat tidak sopan karena aku tidak bisa cepat akrab dengan orang bisa di bilang kalau aku ini sedikit pemalu”ucapnya padaku
“Arraso, Wah ini ice cream terenak yang pernah aku makan” jawabku sambil memakan ice cream pemberian dari jeongmin
“Kau ini, itu hanya ice cream coklat bisa, kenapa kau bilang bahwa itu adalah ice cream terenak yang pernah kau makan” ucapnya sambil tersenyum
 “ice cream ini memang biasa saja geundae tempat aku memakan ice cream ini sangat indah sekali. Berada di tengah hamparan bunga dan sambil melihat matahari tenggelam, ini menjadi ice cream terenak yang pernah aku makan” ucapku tersenyum.
Jeongmin terus memperhatikanku, dan membuatku jadi salah tingkah
Mwoya ? apa ada yang salah denganku?” tanyaku padanya
“Aniya, hanya saja kau makan ice cream seperti anak kecil, belepotan disana-sini”ucapnya sambil tersenyum
“Ah, Geurae Mian” ucapku sambil akan membersihkan bekas ice cream dari mulutku menggunakan tanganku, tapi tiba-tiba tangan Jeongmin menahan tanganku.
“Jangan gunakan tanganmu, nanti bisa kotor biar aku saja yang bersihkan” ucapnya seraya mendekatkan wajahnya ke wajahku dan CHU~~ dia mengecup bibirku seraya membersihkan bekas ice cream yang ada di bibirku. Beberapa saat kemudian dia melepaskan kecupan itu.
“Nah sekarang sudah bersih” ucap Jeongmin
Aku hanya terdiam dan tak berani menatap matanya.

~ Author POV ~
6 bulan sudah Renata berada di Korea, dan ia semakin dekat dengan Jeongmin.
“Mama, maafin Rena iya nggak bisa pulang buat ngerayain natalan bareng di Indonesia karena tugas Rena banyak banget maa, salam sama papa dan juga abang Dimas iya maa, I Love you”kata yeoja berambut panjang itu sambil mengakhiri panggilannya.
Hari ini adalah tanggal 24 Desember, tepatnya malan natal, Renata tidak bisa pulang untuk merayakan hari natal bersama keluarganya karena tugas kuliah yang tidak bisa ia tinggalkan. Tapi untuk menghibur Renata yang sedang sedih karena tak bisa natalan bersama keluarganya Jeongmin mengajak Renata
besenang-senang di malam natal. Setelah lelah berkeliling menikmati suasana malam natal yang hiruk pikuk di kota Seoul Jeongmin mengajak Renata ke taman tempat mereka bertemu untuk pertama kalinya.

~ Renata POV ~
“Kita duduk disini saja ne” ajak Jeongmin padaku
“Ne” jawabku
“Kau mau mendengar ini?” tanya Jeongmin sambil menyodorkan Ipod kepadaku
“Ige mwoya?” tanyaku penasaran
Jeongmin memasangkan earphone ke telingaku dan terdengarlah suara Jeongmin di earphone itu.
“Would you be my girlfriend and be a part of my life”
“eotthe? Jhotha?” tanya Jeongmin padaku yang masih menggunakan earphone
“Jhotha”jawabku sambil tersenyum.
“Jadi apa jawaabanmu?” tanya Jeongmin padaku
Aku mendekati telinganya dan bebisik “Saranghae Jeongmin~ah” pada telinganya
Jeongmin menatapku bingung “Mworago? Aku tidak mendengarnya” jawabnya
“Aniya aku tidak bilang apa-apa”jawabku
Jeongmin memegang tanganku dan bekata “Nado Saranghae Renata~ah”
Lalu jeongmin mendaratkan kecupan di bibirku lalu kecupan itu berakhir seiring dengan turunnya salju.


                                                    END

0 komentar:

Poskan Komentar